Your Ad Here
Al Jazeera | Animal Planet | Bloomberg UK | Bloomberg US | C-Span | DWTV | France24 | HudaTV | Islam Channel | Peace TV | Sky News UK | Dewan Rakyat | LIVE DEWAN RAKYAT dibawakan khas, jam 10.00 pagi hingga jam 6.00 petang Isnin hingga Jumaat.
This is the 2nd version of infoKu. You can view our previous post by visiting our infoKu v1.0

Taukeh
-Mohd Refezal bin Mohd @ Anan
-Universiti Malaya
-Kejuruteraan Komputer

Krew Pena
-Muhammad Syakir bin Zakaria
-Universiti Malaya
-Kejuruteraan Mekanikal

-Muhammad bin Mohamed Kamil
-Royal Melbourne Institute of Technology
-Ukur Bahan

12 Ogos 2009

10 Masjid Unik Di Dunia











01. Masjid Sangkore, Timbuktu
02. Masjid Europa Point, Gibraltar
03. Masjid Larabanga , Mali
04. Masjid Missiri Frejus , Mali
05. Masjid Merah, Srilanka
06. Masjid Faisal , Pakistan
07. Masjid , Argentina
08. Majid Al-Fateh , Bahrain
09. Masjid Badshahi , Pakistan
10. Masjid Omayyed , Syria

10 Ogos 2009

Allah al-Malik (Maha Merajai)

Ayuh kita mulakan pagi Isnin kita dengan mengetahui akan makna Al-Malik iaitu Maha Merajai yang merupakan Asma'ul Husna ke 4.

Sesiapa yang selalu menyebut "Ya Malik", yakni bila-bila masa, maka dia akan dihormati dan menerima layanan yang sewajarnya dari orang lain.

Bagaimana nak menghayati "Al Malik"? Begini...

Matahari yang berjuta-juta lebih besar dibandingkan dengan bumi ini dan bintang-bintang di langit yang berbilion batu jauhnya ada dalam genggaman dan pemeliharaan Allah SWT. Nabi Musa AS pernah bertanya, "Ya Allah, Apakah Engkau tidak pernah tidur mangaturkan semesta alam ini?" Sebagai jawapan, Allah SWT memerintahkan Musa AS agar berdirii sambil memegang sebuah gelas, tak lama kemudian dia tertidur dan gelas di tangannya jatuh berderai, sehingga Musa AS terkejut dari tidurnya. Lalu Allah SWT menegurnya, "Hai Musa, seandainya sesaat saja Aku mengantuk, nescaya seluruh planet di cakerawala ini akan bertaburan!"

"Allah, tiada yang berhak disembah selain Dia, Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya). Tidak mengantuk dan tidak tidur." [Qs al Baqarah (2): 255]

Manusia mencipta kereta dan setelah terjual, mereka tidak mahu lagi memgambil tahu akan perihal kereta tersebut. Bila kereta itu rosak maka terserahlah kepada pemiliknya. Tetapi Allah SWT menciptakan makhluk dengan sifat-sifatnya tanpa bantuan sesiapa pun dan memelihara kesemua makhlukNya sejak asal kejadian sampailah ke hari kiamat. Dari setitis air mani yang hina, jadi segumpal darah daging dipelihara dalam rahim ibu dan kemudian pindah ke alam dunia sampailah ke alam akhirat, ianya diawasi olah Allah SWT.

Disebutkan dalam satu riwayat bahawa seorang ayah berwasiat kepasa anaknya, bahawa apabila dia mati kelak mayatnya harus dibakar dan debunya dibuang ke tengah laut. Ketika dia dibangkitkan, Allah SWT, bertanya kepadanya, "Mengapa kamu menyuruh jasadmu dibakar dan debunya dihamburkan ke tengah laut? Dia menjawab, "Ya Rabb, saya banyak berbuat maksiat dan dosa, maka saya takut dengan sebab itu saya akan dibakar dalam neraka." Disebabkan rasa takutnya kepada Allah SWT yang sedemikian rupa, maka Allah SWT mengampuninya.

Allah SWT memerintahkan Ibrahim AS untuk menyembelih empat ekor burung yang berlainan jenis dan mencincangnya, lalu beliau diperintahkan meletakkan sebahagian di puncak gunung sebelah barat, timur, utara dan selatan. Ibrahim AS menempuh perjalanan sekitar 30 hari pada setiap puncak gunung. Kemudian Allah SWT memerintahkan Ibrahim AS agar memanggil keempat-empat ekor burung itu, dan dengan qudrat Allah SWT burung-burung itu kembali datang hinggap di tangan Nabi Ibrahim AS.

Bagaimana dengan manusia? Rambut bertambah panjang tetapi alis mata tidak, kuku bertambah panjang tetapi gigi manusia tidak padahal zatnya sama. Tinggi badan manusia terbatas, seandainya tidak dibatasi oleh Allah SWT, maka setiap tahun manusia akan sibuk mengubah pintu rumah dan menjahit pakaian baru. Bagaimana dengan lubang hidung dan telinga, seandainya tidak dipelihara oleh Allah SWT, maka makhluk-makhluk kecil akan masuk ke dalam. Demikian pula dengan haiwan ternak yang dimakan oelh manusia, seperti lembu, kambing atau ayam. Setiap hari disembelih, tetapi tidak pupus, bahkan jumlahnya atau populasinya bertambah banyak. Namun haiwan yag tidak dimakan oleh kita seperti babi, anjing, kera dan sepertinya, pertumbuhan mereka tidak pula bertambah, walhal pembiakan haiwan tersebut lebih cepat dan lebih banyak. Daun-daun yang berguguran tidak akan jatuh tanpa izin dari Allah SWT, kerana pohonya dipelihara oleh Allah SWT.

"Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib, hanya Dia yang mengetahuinya. Dan Dia mengetahui apa saja yang ada di daratan dan di lautan, setiap daun yang gugur diketahuiNya. Setiap bijian yang jatuh dalam gelap gelita di muka bumi dan setiap buah yang basah atau kering yang gugur, semua itu sudah ada dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." [Qs al An'am (6): 59]

Mata manusia hanya mampu melihat dengan terbatas, tetapi Allah SWT mampu melihat dimana saja kita berada sekalipun di sebalik tembok besi yang tebal. Semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di dalam gua di kegelapan malam adalah dalam pengawasan Allah SWT, bahkan Allah SWT mengetahui dan mendengar apa yang ada di dalam hati manusia.

Kita semua dalam pengawasan Allah SWT. Kita tidak dapat lari daripadaNya, oleh itu dekatilah Dia supaya kita selamat di dunia dan di akhirat.

Amin Ya Rabbal Alamin.

SUMBER : Al-Hikmah @ Facebook

06 Ogos 2009

Tak Kenal Maka Tak Cinta


*Gambar : Nama Allah pada gunung

Ayuh marilah kita kenali akan Pencipta kita, Allah SWT dengan lebih dekat lagi.

Allah Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan qudratNya, tetapi Allah SWT memperlihatkan kepada kita seolah-olah makhluk yang membuatnya. Padahal Allah SWT menciptakan alam semesta dan seluruh isinya ini hanya dengan mengatakan "kun" (jadilah) "fayakun" (maka jadi apa yang dikehendakkiNya), tanpa ada bantuan sedikit pun dari makhlukNya. Makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT sekitar 18,000 jenis, sedangkan makhluk yang bernama manusia saat ini berjumlah lebih kurang 6,784,370,550 +/- (http://www.worldometers.info/) dan angka tersebut berubah-ubah setiap saat. Tetapi jika dibandingkan dengan jenis burung, maka jenis burung dua kali lebih banyak jumlahnya daripada manusia, sedangkan jumlah manusia dan jumlah jenis burung dibandingkan dengan jumlah jenis ikan, maka masih lebih banyak jumlah jenis ikan.

Allah SWT menciptakan ruang, dimensi dan waktu. Namun Allah SWT tidak boleh diukur dengan ruang, dimensi dan waktu. Allah SWT mampu membuat satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia. Allah SWT mampu membuat ribuan tahun di alam kubur tapi bagi orang yang beriman waktu itu hanya sesingkat seperti tidurnya seorang pengantin. Allah SWT Maha Tinggi tapi tidak boleh diukur dengan ketinggian, Maha Besar tapi tidak boleh diukur dengan panjang kali lebar. Allah SWT tidak boleh diukur dengan isipadu. Langit dan bumi tidak mampu menampung Zat Allah SWT, jika DIA menampakkan pada sebuah gunung, nescaya akan hancurlah gunung itu. Hanya pada hati orang beriman yang mampu menampung Zat Allah SWT.

Hanya Allah SWT yang mengetahui berapa banyak jumlah titisan air hujan yang jatuh ke muka bumi dan jumlah butir-butiran pasir di lautan. Hanya Dia yang mengetahui berat sebuah gunung, dan besarnya gunung itu tidak dapat menghalangi pandanganNya.

Sebijak mana pun manusia, samada seseorang itu cendikawan, professor atau ilmuwan, namun mereka hanya boleh meneliti apa yang nampak dari makhluk ciptaanNya. Mereka tidak lebih hanya bijak dari seorang petani yang buta huruf, namun ketika ditanya siapakah yang menciptakan dan mengatur tanah pertaniannya? Ia akan menjawap, "Allah SWT". Mereka yang katanya cendikiawan dan ilmuwan itu ternyata hanya mengenal makhluk semata-mata, tak pernah mengenal siapa yang menciptakan makhluk itu. Sebagaimana orang-orang kafir yang mempertuhankan sesuatu yang dapat dipegang, dilihat dan dibentuk.

Allah SWT berfirman, mahfumnya,

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah oleh mu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." [Qs al Hajj (22):73]

Seandainya seluruh manusia yang terpandai di dunia ini berkumpul untuk menciptakan sebutir beras sahaja, nescaya mereka semua tidak mampu melakukannya. Namun umat Islam hari ini masih bangga belajar dan mendapat gelaran dari ahlul batil (ini semua hanya keperluan dan bukan maksud hidup kita), percaya kepada teori Darwin, bahawa asal usul manusia berasal dari monyet atau kera. Padahal Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Quran bahawa nenek moyang manusia berasal dari syurga, makhluk yang gagah, Nabi Adam AS dan dari Ibu Hawa yang sangat cantik. Umat Islam saat ini lebih bangga memiliki seorang anak yang bergelar sarjana, professor, doktor, magistrate (macam citer P.Ramlee pulak!) daripada memiliki seorang anak soleh atau solehah, hafiz atau hafizah, alim atau alimah yang mana kelak akan mendoakan dan memberi syafaat untuk kedua orang tua dan keluarganya. (Allah SWT tidak melarang kita mencari dunia, tetapi jangan lupa akhirat kerana semua ini akan ditinggalkan, yang bernilai di sisi Allah SWT adalah Iman dan amal soleh).

Allah SWT menciptakan dan mengatur semua bintang-bintang dan planet-planet di langit berjalan diatas paksi masing-masing. Jika bumi ini keluar dari paksinya beberapa darjah sahaja, maka planet-planet di langit akan bertaburan. Allah SWT menciptakan matahari dan mengaturkan jaraknya dari bumi. Jika beberapa inci sahaja jarak bumi mendekati atau menjauhi matahari, maka bumi akan terbakar atau menjadi beku. Allah SWT menciptakan bulan, jika beberapa darjah sahaja ia keluar dari garisan peredarannya, maka air laut akan pasang atau akan surut tidak tentu hala sampai hari kiamat. Allah SWT mampu menerangi syurga tanpa matahari, kerana cahaya yang menerangi syurga berasal dari wajah-wajah para ahli syurga. Dan neraka itu gelap bukan kerana api neraka tidak menyala, tetapi kerana kegelapan wajah orang-orang yang diazab di dalamnya.

Alam semesta ini baru diketahui oleh manusia baru sekitar 4% pada langit pertama. Bagaimana dengan langit yang kedua sampai yang ketujuh, sedangkan jarak di antara langit itu adalah 500 tahun perjalanan. Orang-orang kafir sibuk membina roket atau space-craft dengan teknologi yang tinggi untuk mendarat ke bulan, tetapi orang -orang beriman hanya perlu belajar dengan Yang Menciptakan bulan. Orang-orang Islam takjub melihat hasil rekabentuk perindustrian orang-orang kafir, hanya dengan menekan suis sebuah pintu akan terbuka, sementara mereka tidak memperhatikan mulutnya yang secara otomatik terbuka ketika menyuapkan makanan, tanpa perlu menekan apa-apa suis. Mata akan selalu berkerdip bila ada habuk yang masuk atau bila melihat sinar cahaya yang menyilau, tanpa perlu perintah. Cuba kita bayangkan, apa akan terjadi bila mulut dan mata akan terbuka atau tertutup bila diprogramkan terlebih dahulu? Pasti haru-biru jadinya. Bagaimana dengan lidah manusia yang sama bentuknya, tetapi bahasa yang diucapkan berbeza-beza. Ini semua berlaku atas qudrat Allah SWT.

Jika manusia ingin membuat atau mencipta sesuatu yang hebat, seperti kereta, kapal terbang, roket atau sekali pun benda-benda yang tidak memerlukan teknologi canggih seperti batu-bata, atap genting dan sebagainya, maka manusia, memerlukan bantuan peralatan yang canggih seperti alat kimpalan, mesin-mesin robotik, komputer dan sebagainya, dan akan melibatkan ramai cendikiawan, karyawan, atau jurutera atau designer dan seumpamanya. TETAPI Allah SWT menciptakan makhlukNya dari sekecil-kecil ciptaanNya seperti virus, bakteria yang tidak dapat dilihat oleh mata kasar sampailah ke makhluk sebesar-besarnya yang tak dapat diukur oleh alat ukur seperti seluruh sistem cakerawala di langit termasuk bulan, bintang, matahari, planet, lapisan langit, semuanya dicipta tanpa bantu peralatan pun, tanpa bantuan makhluk pun hatta tanpa bantuan "blueprint" pun. Itulah kebesaran Allah SWT. Misalnya telur ayam yang
berbentuk bulat lonjong. Makhluk didalamnya mula-mula mati (tidak bernyawa) dan akan keluar dari dalam telur walhal telur itu tiada berpintu. Bila keluar anak ayam itu berbulu, mempunyai cakar, paruh dan bersuara, padahal dulunya berbentuk bulat. Siapa yang memberikan makanan kepada anak ayam di dalam telur yang tiada berpintu itu, tiada satu lubang udara atau rekahan, dinding telur tertutup rapat?

"Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian Dialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling." [Qs al An'am (6):95]

Allah SWT mampu menciptakan sesuatu dengan asbab, tanpa asbab, bahkan bertentangan dengan asbab. Manusia dilahirkan ke dunia ini asbab pertemuan seorang ayah dan ibu, namun ayah dan ibu tidak mampu memberikan pendengaran, penglihatan, fikiran dan perasaan. Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS tanpa ayah dan ibu, Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam AS sendiri, dan Nabi Isa AS diciptakan tanpa seorang ayah, hal ini bertentangan dengan asbab.

Hanya Allah SWT sahaja yang mampu melakukannya.

SUMBER : Al-Hikmah @ Facebook

Kita Umat Yang Special, Umat Akhir Zaman

"Rasulullah merindui umat akhir zaman" .....****

Suasana di majlis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.

Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna. "Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? " Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.

"Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah.

"Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain pula. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian baginda bersuara:

"Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka."

Pada ketika yang lain pula, Rasulullah menceritakan tentang keimanan ‘ikhwan’ baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah.

"Malaikat," jawab sahabat.

"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, " Para nabi."

"Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka."

"Mungkin kami," celah seorang sahabat.

"Bagaimana kamu tidak beriman, sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.

"Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.

"Kalau kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.

"Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu. Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu.

Begitulah nilaian Tuhan. Bukan jarak dan masa yang menjadi ukuran. Bukan bertemu wajah itu syarat untuk membuahkan cinta yang suci. Pengorbanan dan kesungguhan untuk mendambakan diri menjadi kekasih kepada kekasih-Nya itu, diukur pada hati dan buktikan dengan kesungguhan beramal dengan Sunnahnya.

Pada kita yang bersungguh-sungguh mahu menjadi kekasih kepada kekasih Allah itu, wajarlah bagi kita untuk mengikis cinta-cinta yang lain. Cinta yang dapat merenggangkan hubungan hati kita dengan baginda Rasulullah.

Selawat & salam buat junjungan mulia Rasulullah.s.a.w..."Berselawatlah untukku satu kali, maka Allah akan berselawat untuk nya 10 kali” hadis riwayat muslim(1/288, no.384)

Sabda Nabi SAW “ Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda : Orang yang terdekat denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak berselawat kepadaku.” (Hadis Riwayat At-Tarmidzi)

Sabda Nabi SAW : “ Dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah s.a.w bersabda : Janganlah kamu jadikan kuburku sebagai tempat perayaan dan berselawatlah kepadaku , maka sesungguhnya bacaan selawatmu itu akan sampai kepadaku dimana sahaja kamu berada .“ (Hadis Riwayat Abu Daud)

Ketika berjumpa sahabat handai atau saudara mara sesama Islam . Sabda Nabi s.a.w : “ Tiadalah dua hamba yang saling cinta mencintai kerana Allah yang berjumpa salah seorang yang lain lalu berjabat tangan ( bersalam ) dan berselawat kepada Nabi s.a.w . melainkan Allah mengampuni dosanya sebelum mereka berpisah , baik yang telah lalu ataupun yang akan datang.“ (Hadis riwayat Ibnu Sunni)

Ketika akan memulakan sesuatu pekerjaan yang baik atau penting . Sabda Nabi s.a.w : “ Setiap pekerjaan yang baik yang tidak dimulai dengan hamdalah (memuji Allah) dan selawat , maka pekerjaan atau urusan itu terputus dan hilang barkahnya.“ (Hadis Riwayat Ar-Rahawi)

Ketika mendengar orang menyebut nama Nabi s.a.w . Sabda Nabi s.a.w : “ orang yang bakhil itu adalah orang yang tidak mahu berselawat ketika orang menyebut namaku di sisinya.“ (Hadis Riwayat At-Tirmidzi)

Ketika telinga berdengung . Sabda Nabi s.a.w : “ Jika telinga salah seorang dari kamu berdengung , maka hendaklah ia mengingati dan berselawat kepadaku.“ (Hadis Riwayat Ibnu Sunni)

Ketika mengalami kesusahan dan kebimbangan. Diberitakan oleh Ubay bin Kaab r.a. bahawa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w, ujurnya : “ Ya Rasulullah bagaimana pendapat engkau sekiranya aku jadikan selawat untuk engkau semua? Jawap Rasulullah s.a.w “ Kalau demikian Allah akan memelihara engkau baik mengenai dunia mahu pun mengenai akhiratmu.“ (Hadis Riwayat Ahmad)

Setiap waktu pagi dan petang . Sabda Nabi s.a.w : “ Barang siapa berselawat kepadaku waktu pagi sepuluh kali dan waktu petang sepuluh kali , maka ia akan mendapat syafaatku di hari kiamat.“ (Hadis Riwayat Thabarani)

Berdasarkan dari hadis-hadis diatas, jelas bahawa membaca selawat kepada Nabi s.a.w adalah suatu dari rangkaian iman dan ibadah yang wajib disempurnakan oleh kaum Muslimin dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Semoga dengan sentiasa berselawat ke atas Nabi, Allah akan memberi rahmat dan keberkatan dalam kehidupan kaum Muslimin.


Fadilat Selawat - untuk renungan

Rasulullah SAW telah bersabda bahawa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku. Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."

Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."

Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."

Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi."

Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.

Ayuh jangan kita melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Amin Ya Rabbal Alamin.

SUMBER : Al-Hikmah @ Facebook

04 Ogos 2009

Keutuhan Iman Wanita bernama Mashitah

Terpanggil untuk saya ceritakan kisah ini yang saya dengar dari radio IKIM kelmarin. Satu contoh teladan keutuhan keimanan yang tiada tolok bandingnya. Ianya merupakan keutuhan Iman seorang wanita bernama Mashitah.

Meneliti kisah Firaun yang memerintah Mesir pada zaman Nabi Musa AS diutus menjadi Rasul tidak akan melepaskan diri kita daripada membicarakan mengenai seorang wanita yang mempunyai keimanan, kesabaran dan kerelaan terhadap segala ketentuan Allah yang tidak ada tolok bandingnya di dunia ini. Wanita itu dikenali sebagai Mashitah.

Mashitah bekerja sebagai pelayan raja dan tugasnya yang khusus ialah sebagai tukang sikat keluarga Firaun. Beliau menyahut seruan Islam yang dibawa Nabi Musa AS tetapi keislamannya disembunyikan agar hidupnya tidak diganggu.

Umum mengetahui Firaun - raja Mesir ketika itu mengaku dirinya tuhan dan memaksa rakyat menyembah dan memperhambakan diri kepadanya. Sesiapa yang ingkar suruhan dan perintahnya akan disiksa atau dibunuh.

Dengan takdir Allah SWT, rahsia Mashitah yang selama ini menyembunyikan keislamannya terbongkar. Hal ini terjadi pada suatu hari ketika Mashitah menyikat rambut salah seorang daripada puteri Firaun. Tiba-tiba sikat itu terjatuh dan dengan tidak sengaja beliau menyebut nama Allah.

Perkataan Allah yang terkeluar dari mulut Mashitah itu didengar puteri Firaun. Lantas ia bertanya apakah maksud perkataan tersebut. Pada mulanya Mashitah teragak-agak dan enggan menjawab pertanyaan itu. Tetapi selepas berkali-kali didesak puteri Firaun itu, beliau menyatakan dengan tenang: “Allah adalah Tuhanku dan Tuhan sekalian alam.”

Alangkah terkejutnya puteri Firaun dengan penjelasan Mashitah itu. Tidak disangkanya ada lagi Tuhan selain daripada Firaun. Ini mendorongnya untuk menceritakan apa yang terjadi kepada Firaun.

Mashitah dipanggil dan penyiasatan dijalankan. Selepas jelas kepada Firaun bahawa Mashitah memeluk agama Islam yang dibawa Nabi Musa dan tidak mengaku Firaun sebagai Tuhan, maka dengan kekuasaan yang ada padanya, Firaun menghukum Mashitah dan keluarganya yang memeluk Islam.

Sesungguhnya sumbangan dan jasa Mashitah kepada Firaun amat besar. Selain menjadi tukang sikat kepada puteri-puteri Firaun, Mashitah juga mengasuh dan mengurus istananya (Firaun). Tetapi jasa Mashitah tidak dikenang Firaun.

Hukuman bunuh yang dikenakan ke atas Mashitah dan keluarganya itu dianggap sebagai satu ujian dan dugaan daripada Allah. Tuhan hendak menguji sejauh mana ketabahan iman Mashitah. Kesediaannya menghadapi dugaan jelas terbukti kerana Mashitah, walaupun memiliki fizikal yang lemah, beliau mempunyai kekuatan jiwa yang tidak dapat ditandingi wanita lain.

Mashitah dengan lapang dada menerima apa saja yang dilakukan manusia kufur, sombong, bongkak dan tiada berhati perut. Sudah menjadi lumrah alam, manusia yang lemah akan terus ditindas dan diseksa jiwa dan hatinya.

Hukuman yang akan dikenakan ke atas Mashitah dan keluarganya ialah mereka akan direbus hidup-hidup. Hamman, menteri yang dipertanggungjawabkan oleh Firaun untuk melaksanakan tugas itu mengarahkan pegawainya menyediakan sebuah kawah besar. Air dimasak sehingga mendidih.

Selepas persiapan disediakan, Mashitah dan keluarganya dipanggil untuk mengetahui sikap dan pendiriannya. Mashitah dan keluarganya diberi kata dua oleh Hamman - menyembah Firaun kembali atau dihumban ke dalam kawah jika terus beriman kepada Allah.

Secara tegas dan tenang Mashitah menyatakan pendirian dan keimanannya. Mereka akan terus beriman kepada Allah.

Mendengar jawapan tegas darpada Mashitah itu, Hamman memaksa Mashitah dan keluarganya terjun ke kawah yang airnya menggelegak panas itu.

Orang pertama yang dicampak ke dalam kawah ialah suami Mashitah, diikuti tiga anaknya. Anaknya yang keempat yang masih bayi itu dibiarkan berada dalam kendongan Mashitah. Alangkah sedih, hiba dan sayunya hati Mashitah melihat suami dan anak-anak terkapai-kapai di dalam air yang menggelegak itu.

Melihat keadaan Mashitah dan anaknya yang masih merah itu, syaitan mengambil kesempatan menggodanya. Dibisiknya ke telinga Mashitah rasa kasihan dan simpati terhadap anak-anaknya yang tidak tahu apa-apa itu. Ini menyebabkan hati Mashitah serba salah - sama ada hendak terjun atau tidak ke dalam kawah bersama-sama anaknya itu.

Tetapi kudrat Allah mengatasi segala-galanya. Dengan spontan Allah menjadikan anak Mashitah yang kecil itu kebolehan untuk berkata-kata. Didorongnya ibunya, Mashitah supaya segera terjun ke kawah. Antara lain kata-kata anaknya: “Wahai ibu! Marilah kita menyusul ayah. Sesungguhnya syurga menanti kita.”

Mendengar kata-kata anaknya itu, Mashitah dengan penuh rasa kehambaan lantas terjun ke dalam kawah yang sedang menggelegak airnya. Pengawal mengacau kawah dengan sudip besi seperti mereka merebus ikan. Matilah Mashitah bersama-sama suami dan anak-anaknya demi untuk mempertahankan keimanan dan akidah mereka yang suci.

Tetapi Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana. Sebarang kezaliman dan kekejaman tidak dibiarkan berlaku begitu sahaja. Allah telah meruntuhkan kerajaan dan istana Firaun di mana Hamman dan pegawai-pegawai yang membunuh Mashitah dan keluarganya mati terperangkap dalam runtuhan istana tersebut. Takhta dan harta benda semuanya tenggelam dan hilang.

Hamman dan pegawainya diberi balasan setimpal dengan apa yang mereka kerjakan. Manusia yang ingkar memang wajar dimatikan dalam keadaan hina. Dan di akhirat kelak kehinaan yang lebih hebat akan mereka terima dan rasai.

Sebaliknya Mashitah dan keluarganya akan dimuliakan Allah. Walaupun mereka hidup susah, hina dan menderita di dunia, di akhirat kelak mereka akan hidup dalam keadaan bahagia dan gembira.

Ketika berlaku peristiwa Israk dan Mikraj, Rasulullah telah melalui satu makam yang baunya harum bak kasturi. Malaikat Jibrail yang mengiringi Rasulullah telah memberitahu baginda itulah makam Mashitah, seorang penghuni syurga.

Ayuh, kita muhasabah diri kita, di manakah tahap keimanan kita ketika dan saat ini?

Wahai teman !

Apa sucikah iman kita? Apa benar kah iman kita ? Apa kita sentiasa fikir demi iman kita ? Dan apa lagi harus ku katakan tentang iman ini? Ayuh kita menyingkap iman kita agar perjuangan kita ini berlandaskan iman yang benar bukan kerana semangat, bukan kerana ramai, bukan kerana kemenangan, bukan kerana kebendaan atau dunia yang mananti di hadapan kita . Lihat lah kepada mereka yang gugur sia-sia dek menongkah perjuangan tanpa senjata iman .Walau begitu, aku tetap menyanjung mereka kerana niat suci mereka dan kita harus membawa mereka kelandasan yang sebenar.

SUMBER : Al-Hikmah @ FaceBook
Copyright © 2010 DREWFM Enterprise